SOSIALISASI PENCEGAHAN KEKERASAN TERHADAP ANAK DAN PEREMPUAN DIGELAR DI SILAEN

Home / Uncategorized / SOSIALISASI PENCEGAHAN KEKERASAN TERHADAP ANAK DAN PEREMPUAN DIGELAR DI SILAEN
SOSIALISASI PENCEGAHAN KEKERASAN TERHADAP ANAK DAN PEREMPUAN DIGELAR DI SILAEN

Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak dan Perempuan Digelar di Silaen SILAEN – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PMDPPA) Kabupaten Toba menggelar Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak dan Perempuan TA 2025 di Aula HKBP Sitorang, Kecamatan Silaen, Selasa (9/9/2025). Kegiatan ini diikuti lebih dari 250 peserta, melebihi target awal 200 orang. Peserta berasal dari unsur kepala desa, tokoh masyarakat, pemuda/karang taruna, kepala sekolah, siswa/i SD, SMP, SMA, serta perwakilan mahasiswa STT Lumban Tor. Wakil Bupati Toba, Audi Murphy O. Sitorus, membuka acara sekaligus menyampaikan pesan Bupati Toba agar masyarakat semakin peduli terhadap perlindungan anak dan perempuan. “Jadilah sahabat bagi setiap anak. Sekolah dan orang tua harus bersinergi melindungi perkembangan anak didik,” ujarnya. Plt. Kadis PMDPPA, Melati Silalahi, melaporkan bahwa sepanjang 2025 tercatat 30 kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan, menurun dibanding 50 kasus pada 2024. Ia menegaskan sosialisasi bertujuan memberikan pemahaman agar masyarakat berperan aktif dalam pencegahan kekerasan. Camat Silaen, Tumpal Panjaitan, menekankan pentingnya kegiatan ini untuk menekan angka kekerasan, sekaligus mendorong pengembangan Silaen sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya. Anggota DPRD Toba, Janner Sitorus, mengingatkan pentingnya disiplin, etika, dan sikap anak-anak di tengah masyarakat. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat bersinergi melalui forum diskusi seperti Formasi (Forum Masyarakat Sigurs) untuk membangun kebersamaan dan gotong royong. Narasumber dari Batak Center, Tua Pangaribuan, menyoroti melemahnya komunikasi orangtua dengan anak dalam bahasa Batak serta lunturnya literasi budaya. Ia mengingatkan bahwa kekerasan verbal sering kali menjadi pemicu keretakan hubungan keluarga. “Anakhonhi do hamoraon di ahu, mari kita lindungi anak kita dari kekerasan dan berikan pendidikan terbaik,” tegasnya. Dari pihak kepolisian, Kapolres Toba dan Bidang PPA Polres Toba, Monika Simanjuntak, memaparkan bahwa sebagian besar kasus kekerasan dialami dari orang terdekat. Polres Toba menugaskan tambahan dua Polwan untuk menangani kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak dan perempuan. Acara berlangsung interaktif dengan metode diskusi panel dan tanya jawab. Peserta terlihat antusias hingga penutupan acara oleh Wakil Bupati setelah pembacaan poin-poin penting hasil sosialisasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.