
Camat dan staf, Seluruh Kepala Desa didampingi sekretaris desa dan perangkat desa dan tokoh masyarakat antusias menghadiri Reses I (Pertama) TA. 2025 bertempat di Balai Data Kantor Kecamatan Silaen, Jumat, 14 Februari 2024.
Dalam sambutan sekaligus membuka Rapat Reses masa sidang pertama Kabupaten Toba DPRD Kabupaten Toba Daerah Pemilihan V. Camat mengucap terimakasih atas perhatian Anggota DPRD Toba yang hadir, yaitu:
- Andy Sumillam Sibarani(PKB)
Yunior Frans Hutapea (PDIP)
Pidel Hutahaean (PDIP)
Netti Pardosi (Golkar)
Robinson Sibarani (NasDem)
Binsar Gultom (Perindo)
Kecamatan Silaen bertitik tumpu pada sektor pertanian. Masyarakat bergerak di sektor ekonomi pertanian. Bantuan Alsintan (Alat Mesin Pertanian), ketersediaan pupuk bagi petani dan program-program pertanian lainnya.
Di Silaen, Ada jalan yang masih rusak di jalan Lumban hariara ke Desa Sitorang, perlu pembenahan, Camat mengharapkan Anggota Dewan dari Dapil V, dapat memperjuangkannya di kabupaten.
Beberapa titik longsor jalan dan tanggul yang jebol telah dilaporkan ke Pemkab dan Dinas Provinsi. Semoga Tahun ini semua bisa dibenahi dan permohonan dapat terwujud di tahun 2025 ini.
“Semoga Kecamatan Silaen semakin diberkati Tuhan”, ujar Camat Silaen menutup sambutan nya dan membuka Rapat dengan resmi
Setelah berumpasa, mewakili tokoh masyarakat Arifin Silaen memulai sambutannya. Setelah mengikuti reses-reses yang dilaksanakan di kecamatan, baru pertama sekali melihat kehadiran yang lengkap dari DPRD Dapil ini. Disambut aplaus seluruh hadirin.
“Sada ma hamu songon dai on mual, untuk membangun kecamatan Silaen ini”, kata
Reses adalah penyerapan aspirasi dari pemerintah untuk mendapat perhatian dan pembangunan berkelanjutan.
Desa jangan memaksakan diri agar usulannya diterima. Pembangunan harus ditentukan dengan skala prioritas.
Robinson Sibarani menekankan agar setiap sektor dapat bekerja sama. Penyuluh Pertanian agar terjun ke lapangan jika ada proposal. Memverifikasi kesesuaian proposal kelompok tani dengan kondisi ril di lapangan.
Puskesmas Silaen harus berkoordinasi dengan desa. Operator desa harus terhubung dan berkoordinasi dengan puskesmas, kaitan dengan penerbitan kartu BPJS maupun Penetapan DTKS. Robinson Sibarani meminta pihak Kecamatan Silaen tetap mengawasi desa dalam hal ini.
Khusus anak anak sekolah, agar yang berjualan di sekolah-sekolah harus diawasi pihak desa. Setiap kejadian di desa adalah tanggung jawab kepala desa.
“Saya berharap seluruh kepala desa agar bekerja sama dan berkoordinasi dengan DPRD Kabupaten Toba”, ujar Robinson Sibarani menutup sambutannya.
Dinas Pertanian membacakan program kegiatan dinas di Kecamatan Silaen, berupa pengadaan mesin pertanian, pengadaan pupuk organik, pengadaan bibit dan lain-lain.
“Untuk pengadaan Handtraktor untuk desa sibide barat dan pemipil jagung untuk desa Napitupulu, itu prioritas, proposalnya sudah masuk dan lengkap”, sela Robinson Sibarani.
Dinas PMD menjelaskan tentang kenaikan gaji kepala desa dan perangkat. PMD juga menjelaskan tentang mekanisme dan persentase penggunaan dana desa.
Penerima PKH dan BLT tidak dapat ditetapkan keluar dari koridor aturan pemerintah. Kepala Desa harus tunduk dengan aturan penetapan peserta yang telah ada. “Kepala desa tidak boleh mencoret sepihak peserta PKH dan Penerima BLT”, tegas Robinson Sibarani.
Perwakilan dinas-dinas juga memberikan gambaran program di Kecamatan Silaen.
Pelaksanaan acara diskusi dan tanya jawab dan l aspirasi dilaksanakan setelah pembacaan program prioritas per dinas. Para kepala desa bertanya dan dijawab oleh Pimpinan Rapat.
Setelah pemaparan dan tanya jawab acara ditutup oleh Camat Silaen, Tumpal Panjaitan secara resmi.





