PT Jasa Tirta I akan melaksanakan pembangunan cekdam di aliran Sungai Aek Bolon yang melintasi Desa Parsambilan dan Desa Pintu Batu, Kecamatan Silaen. Proyek ini dikerjakan oleh CV Trust selaku pemenang tender. Menurut Rizal Hasibuan, Staf Teknik PT Jasa Tirta I, pembangunan cekdam bertujuan menjaga kelestarian sumber daya air sekaligus mengontrol sedimentasi yang bermuara ke Danau Toba. Sosialisasi proyek dilaksanakan pada Rabu, 20 Agustus 2025, di Kantor Kepala Desa Parsambilan. Pertemuan tersebut menjadi wadah pemberitahuan sekaligus permintaan dukungan dari masyarakat agar pembangunan dapat berjalan lancar dan memberi manfaat bagi warga. Frans Malau dari CV Trust menjelaskan bahwa ada dua titik pekerjaan di Desa Parsambilan dan Desa Pintu Batu. Ia meminta dukungan penuh masyarakat sehingga proyek dapat diselesaikan tanpa kendala berarti. Sementara itu, Camat Silaen Tumpal Panjaitan menyampaikan apresiasi kepada PT Jasa Tirta I, CV Trust, kepala desa, tokoh masyarakat, dan warga yang terdampak. Kecamatan, kata dia, sangat mendukung pembangunan cekdam ini. Namun, ia mengingatkan agar dampak pembangunan—khususnya pada musim penghujan yang rawan longsor—dapat diantisipasi. “Pelaksanaan proyek harus meminimalisir dampak negatif, demi kenyamanan masyarakat dan penyelesaian tepat waktu,” ujarnya. Camat juga menekankan pentingnya melibatkan tenaga kerja lokal sesuai kapasitas masing-masing. Ia berharap proyek ini menjadi contoh yang bisa dilanjutkan di wilayah Kecamatan Silaen. Mewakili warga Desa Pintu Batu dan Desa Parsambilan, masyarakat menyatakan dukungan penuh atas pembangunan proyek cekdam di aliran Aek Bolon. Kepala Desa Parsambilan, Marlon S. Napitupulu, turut menyampaikan terima kasih dan berharap proyek ini menjadi berkat bagi masyarakat. “Mari kita jaga keamanan dan kenyamanan pelaksanaan proyek cekdam. Gunakan juga sumber daya lokal, baik tenaga kerja maupun material, sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh warga,” ujarnya. Mewakili Kapolsek Silaen, Aiptu Pahala E. Silaen, mengimbau agar semua pihak terus berkoordinasi demi kelancaran proyek. Dukungan juga datang dari Koramil 13/Porsea dan Koramil 14/Silaen. Perwakilan Koramil menyatakan siap membantu dan berkoordinasi agar pembangunan terlaksana tanpa hambatan. Tokoh masyarakat Pintu Batu, Tua Panjaitan, meminta penjelasan lebih detail terkait fungsi dan sasaran pembangunan cekdam. Menanggapi hal itu, PT Jasa Tirta I menegaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari program pengelolaan sumber daya air oleh Kementerian PUPR. CV Trust menambahkan, pembangunan cekdam di Aek Bolon penting untuk menjaga debit air dan mengurangi sedimentasi yang masuk ke Danau Toba. Secara teknis, cekdam akan dibangun dengan tanggul sepanjang 20 meter ke arah hulu dan hilir. Ketinggian elevasi masih berada di bawah sawah, sehingga tidak mengganggu lahan pertanian warga. Proyek ditargetkan rampung dalam waktu lima bulan, dengan masa pemeliharaan enam bulan setelah selesai. Dalam dialog, beberapa warga menyampaikan masukan. Arifin Napitupulu, warga Sait ni Huta, menanyakan penanganan jalan yang digunakan selama proyek agar tidak semakin rusak. Pihak pelaksana menjawab bahwa jalan akan diperbaiki setelah proyek rampung, bahkan dilakukan penyiraman bila diperlukan. Lamarius Napitupulu mengingatkan agar debit air cekdam tidak meluap ke persawahan saat musim hujan. Pihak pelaksana menegaskan bahwa ketinggian air akan dipertahankan maksimal dua meter agar tetap stabil sepanjang tahun. Warga lainnya, Hotman Panjaitan, meminta agar dibangun jalan atau jembatan tambahan karena setelah cekdam selesai, tinggi air akan sulit diseberangi. CV Trust menyatakan akan mencatat usulan tersebut untuk dikaji lebih lanjut. Menutup pertemuan, PT Jasa Tirta I merangkum seluruh hasil pembahasan dan membacakannya kembali kepada peserta. Acara diakhiri dengan ramah tamah serta makan siang bersama, dan ditutup secara resmi oleh Camat Silaen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *